Selasa, 11 April 2017

Aku, kamu, kita

Terkadang aku sering berpikir, apalah artinya aku, jika aku tak pernah diberi kesempatan berbagi masalahmu juga. Di patahkan semangatku ketika harus mengingatkan suatu kurangmu, dan kadang terlontar kalimat bagai ujung tombak menikam jantungku ketika hanya sekedar bertanya apa kabarmu. Aku berharap kau tak pernah bosan menegur akan salahku, arti aku masih tetap hidup dalam dirimu, seandainya aku diberi pilihan aku memilih menjadi malaikat agar bisa menjadi yang kau impikan, sesuatu yg tak pernah salah dalam hidup ini. Tapi aku harus bangun dalam tidurku, tak akan kubuang mimpi mimpi indahku itu, dan selalu berdoa akan hatimu agar selalu untuk kita.

Aku selalu kembali

Kepada siapa aku mengadu.. Kepada siapa aku menaruh tubuhku yang terasa letih ini.. Aku tak mampu jika harus menahan ini sendiri.. Jikalau kau satu satunya sandaran hatiku tak mengijikanku bersandar di bahumu.. Semakin berat langkahku, kemana aku akan berlari.. Lelah ini haruskah aku nikmati sendiri.. Aku hanya ingin tempat dimana aku bisa setiap waktu menjadikan itu rumah untuk selalu kembali pulang.. Ke hatimu.

aku dan rahasia

Suatu hari kau akan mengerti, rahasiaku, rahasia yang tak pernah kau sangka. Aku hanya berandai andai. Seandainya saja sedari dulu kau beri aku kesempatan, kau mau netral diantara kita, mungkin akan berbeda ceritanya. Bagaimana rasanya jika tak pernah diberi setitik rasa percaya, dan tak bernilai rasa perhatian, dan selalu diceritakan buruk di hadapan orang2. Jika ini soal hati wanita apa aku tak boleh merasa sakit hati, apa aku tak layak untuk ditangguhkan, rasanya tak mampu jika aku harus berdiri sendirian. Jika ini soal hati ibu, tak layakkah aku juga dianggap sebagai ibu. Aku percaya tak ada induk yang merugikan anaknya, aku percaya itu namun hanya untukmu, tapi bukan aku. Karna aku bukanlah siapa2 . Seandainya kau mau menerima untuk berlaku adil dan tak memihak siapapun mungkin akan berbeda akhirnya. Aku tak menginginkan keputusan apapun, selain kau menjadi pendengar yg dengan tulus dan sabar tanpa harus menjadi juri siapa yang layak untuk menang dan dibela.

Senin, 26 Desember 2016

Tahun ketigaku, mengarungi lautan lepas .. aku berharap kepada Tuhan agar kami selalu dikuatkanNya menerpa ombak besar dan badai disetiap kayuh .. agar kapal kami tidak rapuh nenerjang batu karang dan terkikis oleh air garam. Aku selalu berdoa dan memohon kepada Tuhan agar lancar perjalanan ini, selalu kuat, setia, bertahan bersama selamanya kami awak didalamnya .. semoga kami selalu diberkati hingga akhir titik tugas kami untuk menepi di pelabuhan suatu saat nanti ..

Sabtu, 15 Oktober 2016

Dia

sedikit sinar, Lalu padam, Aku menggumam, Kenapa? baru saja kulihat sebentar wajah tidurnya, Begitu nyaman, tanpa beban Ahh, begitu iri aku melihatnya, Selalu bahagia dimanapun dia berada, Asal tak sendiri saja, Lekuk wajah yang tak mampu ku gambarkan, Hanya siluet, Lalu membentuk bayang bayang, Sinar menyorot kembali, Aku menggumam, Lebih indah jika tanpa sinar, Karna dia sudah bersinar. _monica dee

Selasa, 19 Juli 2016

aku dan bahagia

terkadang apa yang kita harapkan dalam hidup ini tidak sesuai dengan realita yang kita dapatkan. terselip rasa kecewa ketika kita tidak mendapatkan apa yang ingin kita capai. kata orang bahagia itu mudah, semua bergantung pada diri kita, mau memilih jalan yang mana. orang bilang bahagia itu sederhana, cukup bisa bernafas setiap detiknya itu sudah membuat bahagia, atau sekedar berbincang dengan orang di sekeliling kita itu sudah membawa kebahagiaan. bagiku tidak, bahagia tidak sesederhana itu, banyak persoalan menuju bahagia, banyak problematika yang sampai sekarang aku tidak mengerti, mengapa ini begitu sulit bagiku. aku ibu dengan dua anak aku bahagia memiliki mereka, suami yang mencintai aku, dan orang tua yang dengan ikhlas dan sepenuh hati membantuku hingga saat ini. tapi bahagiaku tidah hanya sampai disini, masih banyak kerikil dan batu besar yang membuat bahagiaku tak seindah milik orang lain. aku bahagia ketika memikirkan aku memiliki orang orang yang mencintaiku, tapi apa aku bisa mencintai mereka dengan sepenuh hatiku? atau apa aku bisa membahagiakan mereka seperti mereka membuatku bahagia? terkadang itu menjadi hal yang buatku bersedih karena aku seakan akan menjadi tidak utuh lagi. apa aku salah mengharapkan seseorang yang aku cintai untuk membuatku bahagia meskipun aku belum tentu melakukan hal itu?. aku sedih ketika harus melukai hati orang orang yang aku sayangi, aku tidak bisa membuat mereka bangga dan senang. terkadang terlintas dalam benakku untuk menyudahi apa yang ada dalam hidup ini. tapi ketika aku melihat dua malaikat kecilku, semua menjadi berbeda, aku tak bisa berpaling, mereka yang menguatkan aku dan penyanggaku untuk meyakinkan hati ini bahwa aku benar benar bahagia dan harus bahagia untuk mereka . Denting di keheningan malam bangkitkan aku dalam kegundahan biar hujan turun malam ini mengguyur segala rasa bimbangku biar rindu ini mengalir bersama buliran embun menjelang pagi apa kabar cinta sejati kau tak akan pernah terpadamkan biar cinta tak lekang oleh waktu dan rindu ini menjadi satu dengan waktu tak akan pernah ada habisnya agar tak terpisah dari kita biar bimbang ini menjelma menjadi rindu yang tersampaikan aku disini hingga akhir waktu dengan bahagiamu jangan berbalik karna aku menunggu kita untuk kembali bahagia bahagia yang tak terhingga.. monica dee

Senin, 04 Februari 2013

Hidup Itu Sebuah Proses

dulu aku pernah bercerita ttg hidup yg selalu berproses, karna proses tidak pernah ada habisnya maka aku akan bercerita kembali. ketika 5 tahun yang lalu aku masih berpikir pendek tentang pengalaman kehidupan, mungkin sekarang aku setingkat lebih dewasa. menurutku manusia tidak akan pernah ada batasnya untuk mencapai dewasa. saat aku bercerita sekarang mungkin aku sudah masuk ke dunia yang berbeda, lebih menantang, dan lebih banyak jurang menanti untuk dilewati. ketika aku berada disuatu tempat aku berpikir kenapa aku harus berada diposisi ini setiap waktu, sesekali aku ingin merasakan aku di pindah ke sisi yang jauh lebih baik. aku yakin bukan hanya aku yang merasakan hal ini, kalianpun pasti merasakan ketika sudah masuk ke sisi dunia kalian menginginkan untuk naik lebih tinggi dari posisi kalian itu, entAh ketika saat bersekolah, universitas, ataupun lingkungan kerja. fine, hidup itu tidak akan pernah ada puasnya. mungkin juga sempat terlintas pikiran iri terhadap sesuatu yang lain, fine disitulah proses hidup. ketika aku merenungkan, bukan suatu kebetulan kita ditempatkan disuatu sisi apapun itu, karna itu sudah tempat kita. kita layaknya organ tubuh , hidung, mata, telinga, hati, jantung semua ditata sesuai dengan posisi dan kegunaannya masing-masing. bayangkan jika semua mata dan organ lain ingin menjadi sebuah hidung, bisa dibayangkan bahwa tubuh kita akan penuh dengan hidung, atau sebuah jantung yang menginginkan posisinya menjadi sebuah mata, tak terbayangkan jika tubuh Penuh dengan mata tanpa jantung. jadi, pada intinya kita ditempatkan disuatu posisi bukan karena kebetulan, tapi memang itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita. tinggal bagaimana kita bisa menikmati dan mensyukurinya. syukur2 apa yg kita dapatkan bisa berkembang lebih hebat hasil dari kesabaran kita. hidup itu nikmat bukan, asal kita mau menikmati dan melakukan prosesnya. Monica Dee
I'm a CooL Nurse