Selasa, 19 Juli 2016

aku dan bahagia

terkadang apa yang kita harapkan dalam hidup ini tidak sesuai dengan realita yang kita dapatkan. terselip rasa kecewa ketika kita tidak mendapatkan apa yang ingin kita capai. kata orang bahagia itu mudah, semua bergantung pada diri kita, mau memilih jalan yang mana. orang bilang bahagia itu sederhana, cukup bisa bernafas setiap detiknya itu sudah membuat bahagia, atau sekedar berbincang dengan orang di sekeliling kita itu sudah membawa kebahagiaan. bagiku tidak, bahagia tidak sesederhana itu, banyak persoalan menuju bahagia, banyak problematika yang sampai sekarang aku tidak mengerti, mengapa ini begitu sulit bagiku. aku ibu dengan dua anak aku bahagia memiliki mereka, suami yang mencintai aku, dan orang tua yang dengan ikhlas dan sepenuh hati membantuku hingga saat ini. tapi bahagiaku tidah hanya sampai disini, masih banyak kerikil dan batu besar yang membuat bahagiaku tak seindah milik orang lain. aku bahagia ketika memikirkan aku memiliki orang orang yang mencintaiku, tapi apa aku bisa mencintai mereka dengan sepenuh hatiku? atau apa aku bisa membahagiakan mereka seperti mereka membuatku bahagia? terkadang itu menjadi hal yang buatku bersedih karena aku seakan akan menjadi tidak utuh lagi. apa aku salah mengharapkan seseorang yang aku cintai untuk membuatku bahagia meskipun aku belum tentu melakukan hal itu?. aku sedih ketika harus melukai hati orang orang yang aku sayangi, aku tidak bisa membuat mereka bangga dan senang. terkadang terlintas dalam benakku untuk menyudahi apa yang ada dalam hidup ini. tapi ketika aku melihat dua malaikat kecilku, semua menjadi berbeda, aku tak bisa berpaling, mereka yang menguatkan aku dan penyanggaku untuk meyakinkan hati ini bahwa aku benar benar bahagia dan harus bahagia untuk mereka . Denting di keheningan malam bangkitkan aku dalam kegundahan biar hujan turun malam ini mengguyur segala rasa bimbangku biar rindu ini mengalir bersama buliran embun menjelang pagi apa kabar cinta sejati kau tak akan pernah terpadamkan biar cinta tak lekang oleh waktu dan rindu ini menjadi satu dengan waktu tak akan pernah ada habisnya agar tak terpisah dari kita biar bimbang ini menjelma menjadi rindu yang tersampaikan aku disini hingga akhir waktu dengan bahagiamu jangan berbalik karna aku menunggu kita untuk kembali bahagia bahagia yang tak terhingga.. monica dee

Senin, 04 Februari 2013

Hidup Itu Sebuah Proses

dulu aku pernah bercerita ttg hidup yg selalu berproses, karna proses tidak pernah ada habisnya maka aku akan bercerita kembali. ketika 5 tahun yang lalu aku masih berpikir pendek tentang pengalaman kehidupan, mungkin sekarang aku setingkat lebih dewasa. menurutku manusia tidak akan pernah ada batasnya untuk mencapai dewasa. saat aku bercerita sekarang mungkin aku sudah masuk ke dunia yang berbeda, lebih menantang, dan lebih banyak jurang menanti untuk dilewati. ketika aku berada disuatu tempat aku berpikir kenapa aku harus berada diposisi ini setiap waktu, sesekali aku ingin merasakan aku di pindah ke sisi yang jauh lebih baik. aku yakin bukan hanya aku yang merasakan hal ini, kalianpun pasti merasakan ketika sudah masuk ke sisi dunia kalian menginginkan untuk naik lebih tinggi dari posisi kalian itu, entAh ketika saat bersekolah, universitas, ataupun lingkungan kerja. fine, hidup itu tidak akan pernah ada puasnya. mungkin juga sempat terlintas pikiran iri terhadap sesuatu yang lain, fine disitulah proses hidup. ketika aku merenungkan, bukan suatu kebetulan kita ditempatkan disuatu sisi apapun itu, karna itu sudah tempat kita. kita layaknya organ tubuh , hidung, mata, telinga, hati, jantung semua ditata sesuai dengan posisi dan kegunaannya masing-masing. bayangkan jika semua mata dan organ lain ingin menjadi sebuah hidung, bisa dibayangkan bahwa tubuh kita akan penuh dengan hidung, atau sebuah jantung yang menginginkan posisinya menjadi sebuah mata, tak terbayangkan jika tubuh Penuh dengan mata tanpa jantung. jadi, pada intinya kita ditempatkan disuatu posisi bukan karena kebetulan, tapi memang itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita. tinggal bagaimana kita bisa menikmati dan mensyukurinya. syukur2 apa yg kita dapatkan bisa berkembang lebih hebat hasil dari kesabaran kita. hidup itu nikmat bukan, asal kita mau menikmati dan melakukan prosesnya. Monica Dee

Rabu, 01 Agustus 2012

Syndrome Turner

Sindrom Turner adalah munculnya kelainan akibat dari abnormalitas kromosom seks pada perempuan (yakni kromosom X), dimana hanya terdapat satu kromosom X. Sementara orang pada umumnya lahir dengan 2 kromosom seks, yakni : - Anak laki-laki diwariskan kromosom X dari Ibunya, dan kromosom Y dari Ayahnya, hasilnya kromosom (XY). - Anak perempuan diwariskan 2 kromosom X, dari Ayah dan Ibunya, hasilnya kromosom (XX). Sindrom Turner (disebut juga sindrom Ullrich-Turner, sindrom Bonnevie-Ullrich, sindrom XO, atau monosomi X) adalah suatu kelainan genetik pada wanita karena kehilangan satu kromosom X. Wanita normal memiliki kromosom seks XX dengan jumlah total kromosom sebanyak 46, namun pada penderita sindrom Turner hanya memiliki kromosom seks XO dan total kromosom 45. Hal ini terjadi karena satu kromosom hilang saat nondisjungsiatau selama gametogenesis (pembentukan gamet) atau pun pada tahap awal pembelahan zigot. Sindrom Turner adalah suatu kondisi yang hanya mempengaruhi anak perempuan dan wanita, yang disebabkan kekurangan kromosom seks. Sindrom Turner dapat menyebabkan berbagai masalah medis dan perkembangan, termasuk perawakan pendek, kegagalan untuk mulai pubertas, infertilitas, cacat jantung dan ketidakmampuan belajar tertentu. Wanita dengan sindrom Turner akan memiliki kelenjar kelamin (gonad) yang tidak berfungsi dengan baik dan dilahirkan tanpa ovari atau uterus. Apabila seorang wanita tidak memiliki ovari maka hormon estrogen tidak diproduksi dan wanita tersebut menjadi infertil. Namun, apabila seorang penderita sindrom Turner memiliki sel normal (XX) dan sel cacat (sindrom Turner/XO) di dalam tubuhnya, maka ada kemungkinan wanita tersebut fertil Wanita dengan keadaan demikian disebut mosaikisme (mosaicism). Penderita sindrom Turner memiliki beberapa cenderung ciri fisik tertentu seperti bertubuh pendek, kehilangan lipatan kulit di sekitar leher, pembengkakan pada tangan dan kaki, wajah menyerupai anak kecil, dandada berukuran kecil. Beberapa penyakit cenderung menyerang penderita sindrom ini, di antaranya adalah penyakit kardiovaskular, penyakitginjal dan tiroid, kelainan rangka tulang seperti skoliosis dan osteoporosis, obesitas, serta gangguan pendengaran dan penglihatan. Sebagian besar penderita sindrom ini tidak memiliki keterbelakangan intelektual, namun dibandingkan wanita normal, penderita memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita keterbelakangan intelektual. Sebagian penderita sindrom Turner memiliki kesulitan dalam menghafal, mempelajari matematika, serta kemampuan visual dan pemahaman ruangnya rendah. Perbedaan fisik dengan wanita normal juga membuat penderita sindrom Turner cenderung sulit untuk bersosialisasi. Gejala umum dari sindrom Turner meliputi: • Bertubuh pendek • Lymphedema (pembengkakan) dari tangan dan kaki • Broad dada (''''perisai dada) dan puting secara luas-spasi • Rendah rambut • Low-set telinga • Reproduksi kemandulan • Dasar ovarium streak gonad (struktur gonad terbelakang) • Amenore, atau tidak adanya periode menstruasi • Peningkatan berat badan, obesitas • Dada berbentuk perisai hati • Dipersingkat metakarpal IV (tangan) • Kuku kecil • Karakteristik wajah fitur • Leher berselaput dari hygroma kistik pada bayi • Coarctation dari aorta • Miskin payudara pembangunan • Ginjal tapal kuda • Gangguan visual sklera, kornea, glaukoma, dll • Infeksi telinga dan kehilangan pendengaran Gejala lain mungkin termasuk rahang bawah kecil (micrognathia), valgus cubitus (berubah-out siku), paku terbalik lembut, lipatan telapak tangan dan kelopak mata melorot. Kurang umum adalah tahi lalat berpigmen, gangguan pendengaran, dan langit-langit tinggi-arch (rahang sempit). sindrom Turner memanifestasikan dirinya berbeda di setiap wanita dipengaruhi oleh kondisi, dan tidak ada dua individu akan berbagi gejala yang sama. Faktor Risiko Sindrom Turner Faktor risiko untuk sindrom Turner tidak dikenal. meningkatkan Nondisjunctions dengan usia ibu, seperti untuk Down syndrome, tetapi efek yang tidak jelas untuk sindrom Turner. Hal ini juga diketahui jika ada hadiah predisposisi genetik yang menyebabkan kelainan, meskipun sebagian besar peneliti dan dokter yang mengobati wanita Turner setuju bahwa ini sangat tidak mungkin. Saat ini tidak ada dikenal untuk menyebabkan sindrom Turner, meskipun ada beberapa teori sekitar subjek. Satu-satunya fakta yang solid yang dikenal hari ini, adalah bahwa selama bagian konsepsi atau seluruh kromosom seks kedua tidak ditransfer ke janin. Sindrom Turner Sejarah Sindrom ini dinamai Henry Turner, seorang endokrinologi Oklahoma, yang digambarkan pada tahun 1938. Di Eropa, ini sering disebut sindrom Turner Ullrich-atau bahkan-Ullrich-Turner sindrom Bonnevie mengakui bahwa kasus-kasus sebelumnya juga telah dijelaskan oleh dokter Eropa. Laporan pertama yang diterbitkan atas seorang wanita dengan 45, kariotipe X pada tahun 1959 oleh Dr Charles Ford dan rekan di Harwell dan Guy's Hospital di London. Ini ditemukan di seorang gadis 14 tahun dengan tanda-tanda sindrom Turner. Diagnosis Sindrom Turner Turner syndrome dapat didiagnosis dengan amniosentesis selama kehamilan. Kadang-kadang, janin dengan sindrom Turner diidentifikasi oleh temuan USG abnormal (cacat jantung yaitu, kelainan ginjal, hygroma kista, asites). Meskipun risiko kambuh tidak bertambah, konseling genetika sering direkomendasikan untuk keluarga yang telah mengalami kehamilan atau anak dengan sindrom Turner. Tes, yang disebut kariotipe atau analisis kromosom, analisis komposisi kromosom individu. Ini adalah tes pilihan untuk mendiagnosis sindrom Turner.

secuil cerita sore

waahh ... apa kabar dunia tak terbatasku .. ketika aku menulis ini, sudah banyak hal-hal yang telah aku kenal dan lewati. hari-hari kemarin aku menemukan sekelumit cerita hidup lagi. 4 tahun yang lalu aku mengenal beberapa wanita dan hingga saat ini aku mengenalnya sekali. 2 tahun yang lalu adalah waktu terbaik untuk kami melewati bersama. tertawa, menangis, membolos kuliah, mengerjakan tugas, mencontek, patah hati, seakan-akan kami hanya memiliki satu hati. beberapa bulan yang lalu kami tetap menjadi seorang wanita yang cantik, namun kami memiliki hati sendiri-sendiri.memiliki kehidupan baru, memiliki suasana baru, memiliki cerita baru berbeda-beda dan tak pernah menyentuh hati satu sama lain lagi. maksudnya? berpisah? ... hidup itu kompleks, hidup itu seperti pohon rindang dengan satu batang pohon dibawah namun ketika kita tengok diatas, akan banyak sekali bercabang dengan daun yang yang kau tak mampu menghitung seluruhnya. ketika waktu berjalan kita yang menjadi satu dari batang akan berpencar kembali membentuk struktur yang berbeda. itulah aku dan beberapa wanita tadi. ketika orang-orang melihat dari kami, kami berpisah, kami tak lagi satu, kami berbeda pandangan. aku tak bisa menerima untuk pertama kali. namun aku menyadari bahwa hidup itu seperti roda berputar, kita tak selalu bersama untuk berputar di satu waktu, kita akan memiliki kehidupan sendiri yang harus kita jalani, jika ia jauh jangan anggap ia benar-benar menjauh, ia hanya melaksanakan apa yang sudah menjadi jalannya. aku memiliki jalanku sendiri, begitupun mereka. namun aku berharap, suatu saat nanti jika kita bertemu 20 tahun kemudian kita ingat saat kita adalah satu saat dimana kita adalah wanita populer dengan kehangatan kita dimanapun kita berada, karena kalian wanita-wanita yang telah mengajarkanku arti ikhlas dan kedewasaan. thanks for my best friends.

Kamis, 09 Februari 2012

Anak Indigo itu ...

Pernah mendengar tentang Indigo? atau anak Indigo?
orang sering beranggapan bahwa anak indigo adalah anak pembangkang, nakal, dll.
kali ini mari kita intip sekilas tentang anak Indigo.
Indigo sebenarnya adalah warna nila, biru gelap. Anak indigo adalah anak yang memiliki lapangan aura berwarna nila. Cara berpikirnya yang khas, pembawaannya yang seperti orangtua, membuat anak indigo tampil beda dengan anak sebayanya. Pacaran aura yang dimilikinya membawa kepada suatu karakteristik perilaku unik. Secara fisik anak indigo sama sekali tak berbeda dengan anak lainnya.

Lewat bukunya Understanding Your Life Through Color, Nancy Tappe (1982) membuat klasifikasi manusia berdasarkan warna energi atau cakra. Cakra adalah pintu-pintu khusus dalam tubuh manusia untuk keluar masuknya energi. Konon pada tubuh manusia ada 7 cakra, yaitu cakra mahkota ada di puncak kepala, cakra Ajna di antara dua alis, cakra tenggorokan di tenggorokan, cakra jantung di tengah dada, cakra pusar ada di pusar, cakra seks ada pada tulang pelvis, dan cakra dasar ada di tulang ekor.

Anak indigo memiliki keunggulan pada cakra Ajna (the third eyes) yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak. Adanya mata ketiga ini membuat anak indigo disebut memiliki indra keenam. Mereka dianggap memiliki kemampuan menggambarkan masa lalu dan masa datang.

Satu hal yang penting dan digaris bawahi, yaitu tidak jarang anak indigo salah diidentifikasi. Mereka sering dianggap sebagai anak LD (Learning Sidability) ataupun anak ADD/HD (Attentian Deficit Disorder/Hyperactivity Disorder). Perbedaannya adalah munculnya perilaku yang dikeluhkan. Misalnya pada anak indigo, mereka menunjukkan keunggulan pemahaman terhadap aturan-aturan sosial dan penalaran abstrak, tapi tak tampak dalam kesehariannya, baik di sekolah maupun di rumah.

Terdapat 4 macam anak indigo:

- Humanis. Tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir di masa datang adalah dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku menonjol saat ini hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat kokoh.

- Konseptual. Lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir adalah sebagai arsitek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku menonjol suka mengontrol perilaku orang lain.

- Artis. Tipe ini menyukai pekerjaan seni. Perilaku menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.

- Interdimensional. Anak indigo tipe ini di masa datang akan jadi filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun karena mereka sudah mengetahuinya.

Ciri-ciri anak berbakat yang indigo:

· Memiliki sensitivitas tinggi.

· Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebihan.

· Mudah sekali bosan,dan sering hiperaktif

· Menentang otoritas bila tidak berorientasi demokratis.

· Memiliki gaya belajar tertentu.

· Mudah frustasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya.

· Suka bereksplorasi.

· Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya.

· Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain.

· Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.

Apa yang harus dilakukan orangtua dengan anak indigo?

-· Hargai keunikan anak dan hindari kritikan negatif.

-· Jangan pernah mengecilkan anak.

-· Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan pada keputusan anak.

-· Bantu anak untuk belajar berdisiplin.

- Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun, selama pilihan itu baik,dan jelaskan apabila sesuatu itu buruk untuk mereka

-· Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.

-· Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggap mengada-ada, dan biasanya anak indigo pemikirannya lebih tua daripada orangtua mereka

-· Jadikan sebagai mitra dalam membesarkan mereka, karena biasanya anak indigo tidakk ingin disebut sebagai anak kecil

nah, bagi yang merasa memiliki anak indigo atau mengasuh dengan anak berciri-ciri diatas, tampaknya tidak perlu lagi khawatir atau menge-judge anak indigo merupakan anak pembangkang atau nakal, justru merekalah yang nanti akan menggebrak masa depan.


_Monica Dee

Selasa, 07 Februari 2012

Hidup Itu ...


Fine, ketika kita membicarakan tentang hidup, semua tahu tentang hidup . hidup itu kompleks, apa yang semua kamu lakukan itu sebagian dari hidup.
so, apa yang perlu dipertanyakan untuk hidup?
ketika orang harus mengakhiri untuk hidup, karna putus cinta, atau mungkin karena seabrek atau secuil masalah yang mereka pikir tak kan pernah ada pemecahan, and then mereka memilih membeli tali tambang di toko material atau mencari tali tambang di gudang mereka, atau mungkin mengambil sesuatu panjang yang kuat untuk dikaitkan lalu mereka mengaitkannya dileher mereka. atau ada cara lain seperti mengambil sebilah pisau untuk digoreskan di pergelangan tangan, ada yang lebih unik dengan mengambil sebotong cairan yang rasanya memuakkan tapi baunya harum, lalu meneguk sedikit demi sedikit. berbagai cara bukan untuk mengakhiri hidup?
dan komentar berbagai macam idividu atau kelompok pasti berbagai macam. itulah baru sekelumit dari hidup.
ada yang menginginkan hidup 1000 tahun lamanya, sekan akan hidup hanya milik mereka sendiri, berkunjung ke berbagai jenis mata air atau merelakan berjalan keujung dunia demi menemukan prang hebat. untuk apa? tentunya untuk memperpanjang umur. awet muda? tepat itu istilahnya , tidak sedikit orang yang menginkan hidup lebih lama keluar dari takdir yang diberikan, tentunya dengan berbagai alasan. dari yang karena hidupnya begitu indah, karena berkelimpahan harta, atau tak ingin meninggalkan apa yang dipunyai selama didunia. atau para tikus negara yang sudah tua, sakit-sakitan, kalau para rakyat menginginkan hidupnya berakhir, mereka berpikir terlalu sia-sia jika meninggalkan hidup yang indah ini, hidup dengan berselimut uang dan berbantal emas. atau seseorang yang tak ingin meninggalkan hidup karena ingin selalu hidup bersama seseorang yang dicintainya. indah bukan??
dan tak sedikit orang yang berjuang hidup karena penyakit terminal yang siap-siap memutus hidupnya.
hidup tergantung bagaimana kita melaluinya, antara indah, bahagia, sedih, duka, semua pernha melaluinya, hanya saja tak jarang orang-orang harus terlalu terperosok ke salah satu dari semua itu. hingga hasilnya bisa bermacam-macam seperti kehidupan disekitar ita saat ini.
jika aku harus memilih, apa yang aku pilih? aku pikir aku hanya menginginkan yang terbaik. seperti halnya ketika aku merasakan masa kecil dari tertawa sampai menangis, hingga aku belajar dewasa dan menemukan cinta, dan seperti mama yang tak pernah bosan membuatkan sarapan untuk papa, seperti nenek yang tak pernah lupa membuatkan kopi utnuk kakek, seperti aku belajar mengenal dan menerima berbagai macam kepribadian teman-temanku. aku nikmati semua itu. kubuat itu semua menjadi seimbang, meskipun tidak. lalu, apa yang kamu pilih? apa sama sepertiku?
hidup itu seperti pasir, terlihat sama namun beda jika kau menelitinya.

_Monica Dee

Jumat, 19 Agustus 2011

Gangguan Menstruasi (reproduksi)

Seorang wanita memiliki 2 ovarium dimana masing-masing menyimpan sekitar 200,000 hingga 400,000 telur yang belum matang/folikel (follicles). Normalnya, hanya satu atau beberapa sel telur yang tumbuh setiap periode menstruasi dan sekitar hari ke 14 sebelum menstruasi berikutnya, ketika sel telur tersebut telah matang maka sel telur tersebut akan dilepaskan dari ovarium dan kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk kemudian dibuahi. Proses pelepasan ini disebut dengan “OVULASI”.
Pada permulaan siklus, sebuah kelenjar didalam otak melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH) kedalam aliran darah sehingga membuat sel-sel telur tersebut tumbuh didalam ovarium. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh lebih cepat daripada sel telur lainnya dan menjadi dominant hingga kemudian mulai memproduksi hormon yang disebut estrogen yang dilepaskan kedalam aliran darah. Hormone estrogen bekerjasama dengan hormone FSH membantu sel telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormone estrogen tersebut juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim.



PEMBAHASAN
ALAT REPRODUKSI WANITA
Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul.
Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.
Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus – hipothalamus – hipofisis – adrenal – ovarium.Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.
Organ reproduksi wanita terdiri dari dua bagian:
1.struktur lunak
2. struktur keras
Struktur lunak : genetelia eksterna, genetelia interna
* GENITALIA EKSTERNA *
1. Vulva
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.
2. Mons pubis / mons veneris
Lapisan lemak di bagian anterior / di atas symphisis os pubis. Bagian kulit dari mons pubis ditumbuhi oleh bulu-bulu bulu pubis (pubic hair); Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis.
3. Labia mayora
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena. Ukuran labia mayora pada wanita dewasa à panjang 7- 8 cm, lebar 2 – 3 cm, tebal 1 – 1,5 cm; Pada anak anak dan nullipara à kedua labia mayora sangat berdekatan, pada wanita multipara lebih terbuka;Di bagian dalam labia mayora banyak terdapat glandula sebasea à menjaga kelembaban di sebelah dalam
4. labia mayora;
Homolog embriologik dengan skrotum pada pria. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior).
5. Labia minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf. pada wanita multipara à labia minora menonjol keluar melewati labia mayora; Setiap labia minora terdiri dari suatu jaringan tipis yang lembab dan berwarna kemerahan;

6. Clitoris
Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. Homolog embriologik dengan penis pada pria.
Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.
7. Vestibulum
Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital. Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.
8. Introitus / orificium vagina
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan. Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous. Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para. Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.


9. Vagina
Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid. Panjang dinding anterior vagina : 6 – 8 cm, panjang dinding posterior vagina : 7 – 10 cm;
Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).
Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri.
Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.
10. Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra). Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina.
Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.
* GENITALIA INTERNA *
1. Uterus
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa).
Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus.
Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan. Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri. Dalam keadaan tidak hamil, panjang uterus 6 – 8 cm pada wanita nullipara dan 9 -10 cm pada wanita multipara Berat uterus 50 – 70 gram pada wanita yang tidak hamil) dan > 80 gram pada wanita hamil;
Uterus dapat menahan beban hingga 5 liter; Uterus terdiri atas bagian fundus, korpus dan serviks;Lapisan-lapisan uterus terdiri atas endometrium, myometrium dan lapisan serosa;
2. Serviks uteri
Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.
3. Corpus uteri
Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria. Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar).
4. Ligamenta penyangga uterus
Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina.
5. Vaskularisasi uterus
Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.
6. Salping / Tuba Falopii
Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri.
Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia. Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica bagian pertengahan dari tuba dan
merupakan bagian yang paling sempit dengan diameter 2 – 3 mm; , pars ampularis bagian tuba yang paling lebar dengan diameter 5 – 8 mm, serta pars infundibulum dengan fimbria berfungsi untuk menangkap sel telur (ovum) yang dilepaskan oleh ovarium;, dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar).

7. Pars isthmica (proksimal/isthmus)
Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet. Pars ampularis (medial/ampula) Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.

8. Pars infundibulum (distal)
Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi “menangkap” ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.
9. Mesosalping
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).
10. Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula. Ukuran ovarium : panjang 2,5 – 5 cm, lebar 1,5- 3 cm dan tebal 0,6 – 1,5 cm;
Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae “menangkap” ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.
HORMON-HORMON REPRODUKSI
• GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
• FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis). Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.
• LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat. (Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).

• Estrogen
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis. Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.
Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita. Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara. Juga mengatur distribusi lemak tubuh.
Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.
• Progesteron
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.
• HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).
• LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea.


Masalah normal yang dialami wanita dari usia 8 sampai 65 tahun
1. Prapubertas
• Bayi wanita Folikel primordial (bakal telur) dikedua ovarium telah lengkap, yakni sebanyak 750.000 butir dan tidak bertambah lagi pada kehidupan selanjutnya. Alat kelamin luar dan dalam sudah terbentuk. Pada minggu pertama dan kedua, bayi masih mengalami pengaruh estrogen dari ibunya.
• Masa kanak-kanak Pertumbuhan alat-alat kelamin tidak memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai masa pubertas. Kadar hormon estrogen dan hormon gonadotropin lainnya sangat rendah.
2. Pubertas
Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Pubertas mulai dengan awal berfungsinya ovarium dan berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi mantap dan teratur. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun. Kejadian penting pada masa ini adalah pertumbuhan badan yang cepat, timbul ciri-ciri kelamin sekuder, menarche, dan perubahan fisik. Perkembangan ini terutama disebabkan oleh estrogen.
3. Masa reproduksi
Merupakan masa terpenting pada wanita dan berlangsung kira-kira 33 tahun. Haid pada masa ini paling teratur dan bermakna untuk kemungkinan kehamilan.
4. Masa Klimakterium termasuk menopause dan pasca menopause
• klimakterium, merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium, yang bukan merupakan suatu keadaan patologik, melainkan suatu masa peralihan yang normal. Masa ini berlangsung sebelum dan beberapa tahun sesudah menopause. Masa premenopause, menopause dan pasca menopause dikenal sebagai masa klimakterium. Klimakterium dapat dikatakan mulai sekitar 6 tahun sebelum menopause dan berakhir kira-kira 6-7 tahun sesudah menopause. Pada wanita dalam masa ini, terjadi juga keluhan-keluhan yang disebut sindroma klimakterik. Keluhan-keluhan ini dapat bersifat psikis seperti mudah tersinggung, depresi, kelelahan, semangat kurang dan susah tidur. Gangguan neurovegetatif dapat berupa hot flashes, keringat banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, dll.
• Menopause adalah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir yang disebabkan menurunnya fungsi ovarium. Diagnosa dibuat setelah terdapat amenorea (tidak haid) sekurang-kurangnya satu tahun. Berhentinya haid dapat didahului oleh siklus yang lebih panjang dengan perdarahan yang berkurang. Umumnya batas terendah terjadinya menopause adalah umur 44 tahun. Menopause dapat terjadi secara artificial karena operasi atau radiasi yang umumnya menimbulkan keluhan yang lebih banyak dibandingkan dengan menopause alamiah.
5. Masa Senile
Pada masa ini telah tercapai keseimbangan hormonal yan baru sehingga tidak ada lagi gangguan vegetatif maupun psikis. Yang mencolok pada masa ini adaah kemunduran alat-alat tubuh dan kemampuan fisik sebagai proses menjadi tua. Dalam masa ini pula osteoporosis terjadi pada wanita dengan intensitas yang berbeda. Walaupun sebab-sebabnya belum jelas betul, namun berkurangnya hormon steroid dan berkurangnya aktivitas osteoblast memegang peranan dalam hal ini. Ganggguan-gangguan lain yang dapat timbul antara lain vagina menjadi kering sehingga timbul rasa nyeri pada waktu bersetubuh, nyeri pada waktu berkemih dan terasa ingin terus buang air kecil.
* Haid *
Haid adalah perdarahan dari uterus yang keluar melalui vagina selama 5-7 hari, dan terjadi setiap 22 atau 35 hari. Yang merangsang menimbulkan haid adalah hormon FSH dan LH, prolaktin dari daerah otak dan hormon estrogen serta progesteron dari sel telur yang dalam keseimbangannya menyebabkan selaput lendir rahim tumbuh dan apabila sudah ovulasi terjadi dan sel telur tidak dibuahi hormon estrogen dan progesteron menurun terjadilah pelepasan selaput lendir dengan perdarahan terjadilah haid.
Turunnya hormon estrogen secara fisiologi dimulai pada masa klimakterium (usia 40-65 tahun). Penurunan ini menyebabkan keluhan-keluhan yang mengganggu, diawali umumnya dengan gangguan haid yang yang tadinya teratur, siklik, menjadi tidak teratur tidak siklik dan jumlah darah dapat berkurang atau bertambah.
* Menopause *
Menopause adalah suatu fase alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita yang biasanya terjadi diatas usia 40 tahun. Ini merupakan suatu akhir proses biologis dari siklus menstruasi yang terjadi karena penurunan produksi hormon Estrogen yang dihasilkan Ovarium (indung telur ). Seorang wanita dikatakan mengalami menopause bila siklus menstruasinya telah berhenti selama ± 12 bulan. Berhentinya haid tersebut akan membawa dampak pada konsekuensi kesehatan baik fisik maupun psikis.
Menopause adalah perdarahan terakhir dari uterus yang masih dipengaruhi oleh hormon-hormon dari otak dan sel telur. Pra menopause adalah masa 4-5 tahun sebelum menopause dan pascamenopause adalah 3-5 tahun setelah menopause. Sedangkan ooporopause adalah terhentinya fungsi ovarium , berarti terhentinya produksi estrogen, estron yang terjadi pada usia 55 – 56 tahun.
Fisiologi Menstruasi
Pada siklus menstruasi normal, terdapat produksi hormon-hormon yang paralel dengan pertumbuhan
lapisan rahim untuk mempersiapkan implantasi (perlekatan) dari janin (proses kehamilan). Gangguan
dari siklus menstruasi tersebut dapat berakibat gangguan kesuburan, abortus berulang, atau keganasan.
Gangguan dari sikluas menstruasi merupakan salah satu alasan seorang wanita berobat ke dokter.
Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid
yang berkisar 20-60 ml per hari. Penelitian menunjukkan wanita dengan siklus mentruasi normal hanya
terdapat pada 2/3 wanita dewasa, sedangkan pada usia reproduksi yang ekstrim (setelah menarche
dan menopause) lebih banyak mengalami siklus yang tidak
teratur atau siklus yang tidak mengandung sel telur. Siklus mentruasi ini melibatkan kompleks
hipotalamus-hipofisis-ovarium.


Siklus Menstruasi Normal
Sikuls menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung telur) dan
siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus folikular dan siklus
luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.
Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal. Rahim terdiri dari 3
lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian
tengah), dan endometrium (lapisan terdalam rahim). Endometrium adalah lapisan yangn berperan di
dalam siklus menstruasi. 2/3 bagian endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri dari
kelenjar, dan 1/3 bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.
Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk
merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk
merangsang hipofisis mengeluarkan LH
3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin


Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikelfolikel
di dalam ovarium (indung telur). Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat
perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf
yang membuat estrogen. Estrogen ini menekan produksi FSH, sehingga hipofisis mengeluarkan
hormon yang kedua yaitu LH. Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing
hormones yang disalurkan hipotalamus ke hipofisis. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme
umpan balik estrogen terhadap hipotalamus. Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik
akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen. Estrogen
mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium. Di bawah pengaruh LH, folikel de graaf menjadi
matang sampai terjadi ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi
korpus luteum, di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones, suatu hormon
gonadotropik). Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan
kelenjar endometrium. Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan
mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan
degenerasi, perdarahan, dan pelepasan dari endometrium. Proses ini disebut haid atau menstruasi.
Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum tersebut dipertahankan.
Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
 Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim)
dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling
rendah
 Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir,
dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk
mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara
hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)
 Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron
dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap
untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)
Siklus ovarium :
1. Fase folikular. Pada fase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur yang berasal dari
1 folikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap untuk proses ovulasi (pengeluaran sel
telur dari indung telur). Waktu rata-rata fase folikular pada manusia berkisar 10-14 hari, dan
variabilitasnya mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan
2. Fase luteal. Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi dengan jangka waktu ratarata
14 hari
Siklus hormonal dan hubungannya dengan siklus ovarium serta uterus di dalam siklus menstruasi
normal:
1. Setiap permulaan siklus menstruasi, kadar hormon gonadotropin (FSH, LH) berada pada level
yang rendah dan sudah menurun sejak akhir dari fase luteal siklus sebelumnya
2. Hormon FSH dari hipotalamus perlahan mengalami peningkatan setelah akhir dari korpus
luteum dan pertumbuhan folikel dimulai pada fase folikular. Hal ini merupakan pemicu untuk
pertumbuhan lapisan endometrium
3. Peningkatan level estrogen menyebabkan feedback negatif pada pengeluaran FSH hipofisis.
Hormon LH kemudian menurun sebagai akibat dari peningkatan level estradiol, tetapi pada akhir
dari fase folikular level hormon LH meningkat drastis (respon bifasik)
4. Pada akhir fase folikular, hormon FSH merangsang reseptor (penerima) hormon LH yang
terdapat pada sel granulosa, dan dengan rangsangan dari hormon LH, keluarlah hormon progesteron
5. Setelah perangsangan oleh hormon estrogen, hipofisis LH terpicu yang menyebabkan terjadinya
ovulasi yang muncul 24-36 jam kemudian. Ovulasi adalah penanda fase transisi dari fase proliferasi
ke sekresi, dari folikular ke luteal
6. Kedar estrogen menurun pada awal fase luteal dari sesaat sebelum ovulasi sampai fase
pertengahan, dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum
7. Progesteron meningkat setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah terjadi
ovulasi
8. Kedua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum dan
kemuadian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya




STADIUM MENSTRUASI
Menstruasi terjadi dalam empat fase, yaitu stadium menstruasi, stadium regenerasi, stadium proliferasi, dan stadium pramenstruasi (sekresi).

1. Stadium menstruasi/desquamasi
1. Berlangsung sekitar 3-5 hari
2. Lapisan stratum kompakta dan spongiosa dilepaskan
3. Tertinggal lapisan stratum basalis 0,5 mm
4. Jumlah perdarahan sekitar 50 cc, tanpa terjadi bekuan darah karena mengandung banyak fermen.
5. Bila terdapat gumpalan darah, menunjukkan perdarahan menstruasi banyak.

2. Stadium regenerasi/post menstrum
Stadium ini dimulai pada hari ke-4 menstruasi, dimana luka bekas desquamasi endometrium tertutup kembali oleh epitel selaput lendir endometrium,tebalnya  0,5 mm. sel basalis mulai berkembang, mengalami mitosis dan kelenjar endometrium mulai tumbuh kembali.

3. Stadium proliferasi/inter menstrum
Stadium ini lapisan endometrium pertumbuhan kelenjarnya lebih cepat dari jaringan ikatnya sehingga berkelok-kelok. Lapisan atasnya tempat saluran kelenjar tampaknya lebih kompak disebut stratum kompakta. Sedang lapisan yang mengandung kelenjar yang berkelok menjadi lebih longgar disebut stratum spongiosa. Stadium ini berlangsung sejak hari ke-5 sampai 14, dan tebal endometrium 3,5 cm.

4. Stadium pramenstruasi/sekresi
Stadium ini endometrium dipengaruhi oleh hormon estrogen dan sejak saat ovulasi korpus luteum mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi endometrium ke dalam fase sekresi. Tebal endometrium tetap, hanya kelenjarnya berkelok-kelok dan mengeluarkan sekret. Disamping itu sel endometrium mengandung banyak glikogen,kapur, protein, air dan mineral sehingga siap untuk menerima implantasi dan memberikan nutrisi pada zygot. Berlangsung sejak hari ke-14 sampai 28.

Setiap menstruasi mengeluarkan 30-120 cc. pengeluaran dalam jumlah banyak terjadi pada hari-hari pertama, kemudian berkurang hingga hari terakhir. Perdarahan menstruasi angat banyak merupakan hal yang tidak normal. Ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon, dimana produksi estrogen tidak seimbang dangan kadar progesterone. Cairan menstruasi terdiri dari darah dan berbagai bagian jaringan dari selaput lendir rahim yang telah dilepaskan. Darah menstruasi juga tidak selalu cair, kadang-kadang berbentuk gumpalan kecil dan darah. Darah menstruasi tidak berbau dan bebas hama. Cairan menstruasi jika terkena udara dapat menimbulkan bau yang tidak enak (Wahyudi, 2000).




GANGGUAN HAID DAN SIKLUSNYA
Untuk memahami lebih mendalam tentang gangguan haid dn siklusnya sebaiknya fisiologi haid dan siklusnya dimengerti lebih dahulu. Saat mulai haid dinamakan menarche sedangkan saat berhentinya haid dinamakan menopause.
Gangguan haid dan siklusnya khususnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam :
1. kelainan dalam banyaknya darah dan lama perdarahan pada haid
a. hipomenorea atau menoragia
b. hipomenorea
2. kelainan siklus
a. polimenorea
b. oligomenorea
c. amenorea
3. perdarahan diluar haid
metroragia
4. gangguan lain yang ada hubungannya dengan haid.
a. Premenstrual tension (ketegangan pribadi)
b. Mastodinia
c. Mittelschremz (Nyeri otot pada ovulasi)
d. Dismenorea

HIPERMENOREA
Adalah perdarahan haid yang lebih banyak atau lebih lama dari normal (> 8 hari)> sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasanya. Terpai hipermenorea tergantung dari penanganan mioma uteri.

HIPOMENOREA
Merupakan perdarahan haid yang lebih pendek dan / atau lebih kurang dari biasanya. Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita, pada uterus, pada endokrin dll.adanya hipomenorea tidak mengganggu fertilitas.

POLIMENOREA
Pada polimenorea siklus haid lebih pendek dari biasa (< 21hari). Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasa disebut polimenorea atau epimenoragia. Dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi atau menjadi pendek masa luteal. Sebab lain kongesti ovarium karena peradangan, endometriosis, dan sebagainya. OLIGOMENOREA Siklus haid lebih panjang, > 35 hari. Apabila siklusnya > 3 bulan disebut amenorea. Perdarahan biasanya berkurang. Pada kebanyakan kasus oligomenorea kesehatan wanita tidak terganggu, fertilitas cukup baik. Siklus haid biasanya dengan ovulatoar dengan masa proliferrasi lebih panjang dari biasa.


AMENOREA
Adalah keadaan dimana tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Lazim diadakan pembagian amenorea primer dan amenorea sekunder.amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui, seperti kelainan kongential dll. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul kemudian dala kehidupan wanita, seperti gangguan gizim tumor, dll. Istilah kriptomenorea menunjuk kepada keadaan dimana tidak tampak adanya haid karena darah tida keluar berhubung ada yang menghalangi misal pada ginatresia himenalis dll.

Klasifikasi Amenore Patologik
1. Gangguan Organik pusat
2. Gangguan kejiwaan
3. Gangguan poros hipotalamus-hipofisis
4. Gangguan hipofisis
5. Gangguan gonad
6. Gangguan glandula suprarenal
7. Gangguan glandula teroidea
8. Gangguan pankreas
9. Gangguan uterus, vagina
10. Penyakit-penyakit umum

Rencana pemeriksaan
1. Pemeriksaan foto roentgen dari thoraks terhadap tuberkulosis pulmonum, dan dari sella tursika untuk mengetahui apakah ada perubahan pada sella tersebut.
2. Pemeriksaan sitologi vagina untuk mengetahui adanya estrogen yang dapat dibuktikan berkat pengaruhnya.
3. Tes toleransi glukosa untuk mengetahui adanya diabetes mellitus.
4. Pemeriksaan mata untuk mengetahui keadaan retina, dan luasnya lapangan visus jika ada kemungkinan tumor hipofisis.
5. Kerokan uterus untuk mengetahui keadaan endometrium, dan untuk mengetahui adanya indometritis tuberkulosa.
6. Pemeriksaan metabolisme basal atau, jika ada fasilitasnya, pemeriksaan T3, dan T4 untuk mengetahui fungsi glandula teroidea.

Tinjauan umum tentang penanggulangan amenorea
Tiap penderita harus diobati sesuai dengan sebabnya amenorea.
Dalam rangka terapi umum dilakukan tindakan memperbaiki gizi, kehidupan dalam lingkungan yang sehat dan tenang. Pengurangan berat badan pada wanita obesitastidak jarang mempunyai pengaruh baik terhadap amenorea dan oligomenorea.Pemberian teroid diberikan jika ada hipotiroidi. Sedangkan pemberian kortikosteroid hanya bermanfaat pada amenorea berdasarkan gangguan fungsi glandula suprarenal (penyakit Addison laten).
Terapi yang penting bila ada pemeriksaan ginekologi tiadak ada kelainan yang mencolok yang dapat menyebabkan ovulasi. Dalam hal ini dapat dilakukan dengan 2 cara, pertama pemberian hormon gonadotropin yang berasal dari hipofisis, dan pemberian klomifen.

GANGGUAN LAIN DALAM HUBUNGAN DENGAN HAID

A. DISMEMOREA
Dismenorea (Nyeri haid) mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita wanita muda pergi kedokter untuk konsultasi dan pengobatan. Gangguan ini bersifat subjektif, berat atau untensitasnya sukar dinilai. Penyaki ini sudah lam dikenal, tetapi sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan.
Dismenorea dibagi atas :
1. Dismenorea Primer (esensial, intrinsik, ideopatik), tidak terdapat hubungan dengan kelainan ginekologik.
2. Dismenorea Sekunder (Ekstrinsik, yang diperoleh, acquired) disebabkan oleh kelainan ginekologik.

Dismenorea Primer
Adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata. Terjadi beberapa waktu setelah menarche, biasanya 12 bulan atau lebih, oleh karena siklus-siklus haid pada bulan pertama setelah menarche umumnya bersifat anovulatoar yang tidak disertai dengan rasa nyeri, rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam. Rasa nyeri ialah kejang berjangkit-jangkit, biasanya terdapat pada perut bawah, tertapi dapat menyebar kedaerah pinggang dan paha. Bersamaan dengan rasa nyeri disertai dengan mual, sakit kepala, muntah dll.

Etiologi
Banyak teori telah dikemukakan untuk menerangkan penyebab disminorea primer, tetapi patofisiologinya belum jelas dimengerti.
Faktor penyebab dismenorea primer :
1. Faktor kejiwaan
2. Faktor Konstitusi
3. Faktor obstruksi kanalis servikalis
4. faktor Endokrin
5. Faktor alergi

Penanganan
1. Penerangan dan nasihat
Perlu dijelaskan kepada penderita bahwa dismenorea adalah gangguan yang tidakberbahaya untuk kesehatan. Pemberian nasihat mengenai makanan sehat, istirahat yang cukup, dan dan olahraga mungkin berguna. Kadang-kadang diperlukan psikoterapi

2. Pemberian obat analgesik
Obat analgesik yang sering diberiakan adalah preparat kombinasi aspirin, fenasetin, Ponstan, acet-aminophen dan sebagainya.
3. Terapi hormonal
Tujuan terapi ini adalah menekan ovulasi. Tujuan ini dapat dicapai dengan pemberian salah satu jenis pil kombinasi kontrasepsi.
4. Terapi dengan obat nonsteroid antiprostaglandin memegang peranan penting terhadap disminorea primer.
Yaitu indometasin, ibuprofen, dan naproksen. Seabaiknya pengobatan diberikan sebelum haid mulai; 1-3 hari sebelum haid, dan pada hari pertama haid.
5. Dilatasi kanalis servikalis
Dapar memberikan keringanan karena dapat memudahkan pengeluaran darah haid dan prostaglandin didalamnya. Neuroktomi prasakral (pemotongan urat syaraf sensorik anatara uterus dan susunan syaraf pusat) ditambah dengan neurektomi ovarial (pemotongan urat syaraf sensorik yang ada di ligamentum infundibulum) merupakn tindakan terkhir, apabila usaha-usaha lain gagal.

Disminorea Sekunder
Biasanya baru muncul kemudian yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. Penyebabnya adalah kelainan atau penyakit seperti :
- Infeksi rahim
- Kista/polip
- Tumor sekitar kandungan
- Kelainan kedudukan rahim yang menetap
Ada juga yang disebut endometriosis , yaitu kelainan letak lapisan dinding rahim, sehingga apabila menjelang menstruasi, pada saat dinding rahim menebal, akan dirasakan sakit yang luar biasa.Endometriosis bisa mengganggu kesuburan.

B. PREMENSTRUAL TENSION (tegangan prahaid)
Premenstrual tension merupakan keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung terus sampai haid berhenti.

Etiologi
Etiologi premenstrual tension tidak jelas, akan tetapi mungkin satu faktor yang memegang peranan ialah ketidakseimbangan antara estrigen dan prgesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium, penambahan berat badan dan kadang-kadang edema.

Penanganan
Untuk mengurangi retensi natrium dan cairan, maka selama 7-10 hari sebelum haid pemakaian garam dibatasi dan minum sehari-hari agak dikurangi. Pemberian obat deuretik (Hidrokhlorotiazide 50 mg per hari ) untuk kurang lebih 5 hari dapat brmanfaat. Progesteron sinetik dalam dosis kecil dapat diberikan selama 8-10 hari sebelum haid untuk mengimbangi kelebihan relatif dari estrogen. Pemberian testosteron dalam bentuk methiltestosteron 5 mg sebagai tablet isap dapat diberikan untuk mengurangi kelebihan estrogen; hormon androgen jangan diberikan lebih dari 7 hari dalam satu siklus.

C. VICARIOUS MENSTRUATION
Istilah ini dipakai untuk kasus-kasus tertentu yang jarang dijumpai, dimana terjadi perdarahan ekstragenital dengan interval periodik yang sesuai dengan siklus haid.
Vicarious menstruation dapat juga terjadi pada berbagai alat, seperti : lambung, usus, paru-paru, mammae, dan kulit.
Penangan dapat dilakukan apabila pada alat yang berdarah ada kelainan yang dapat diangkat atau diobati.

D. MITTLESCHMERZ DAN PERDARAHAN OVULASI
Mittleschmerz atau nyeri antara haid terjadi kira-kira sekitar pertengahan siklus haid, pada saat ovulasi. Diagnosa dibut berdasarkan saat terjadinya peristiwa dan bahwa nyerinya tidak mengejang, tidak menjalar, dan tidak disertai mualatau muntah.
Penangananya umumnya terdiri atas penerangan pada wanita yang bersangkutan.

E. MASTALGIA
Gejala mastalgia ialah rasa nyeri dan pembesaran mamma sebelum haid. Sebabnya edema dan hiperemi karena peningkatan relatif dari kadar estrogen.
Terapi biasanya terdiri atas pemberian deuretikum, sedang pada mastalgia keras kadang-kadang perlu diberikan metiltestosteron 5 mg perhari secara sublingual. Bromokriptine dalam dosis kecil dapat mengurangi penderitaan.

PERDARAHAN BUKAN HAID

Yang dimaksud adalah perdarah yang terjadi dalam masa antara 2 haid. Perdarahan tampak terpisah dan dapat dibedakan dari haid atau 2 jenis perdarahan yang menjadi satu, yang pertama metroragia dan yang kedua menometroragia. Dapat disebabkan karena kelainan organic pada alat genital atau oleh kelainan fungsional.

Sebab-sebab organic
Perdarahan dari uterus, tuba, dan ovarium disebakan oleh kelainan pada :
a. Serviks uteri, seperti polipus servisis uteri, dll
b. Korpus uteri, seperti polip endometrium dll.
c. Tuba fallopi, seperti kehamilan ektopik terganggu dll.
d. Ovarium, seperti radang ovarium, tumor ovarium dll.

Sebab-sebab fungsional
Perdarahan dari uterus yang tidak ada hubungannya dengan sebab organic dinamakan perdarahan disfungsional. Dapat terjadi pada setiap umur antara menarche dan menopause, tetapi lebih sering dijumpai pada masa permulaan dan masa akhir fungsi ovarium.

Patologi
Schroder pada tahun 1915, setelah penelitian histopatologik pada uterus dan ovarium pada waktu yang sama menarik kesimpulan bahwa gangguan perdarahan yang dinamakan metropatia hemoragika terjadi karena persistensi folikel yang tidak pecah sehingga tidak terjadi ovulasi dan pembentukan korpus luteum. Akibatnya terjadi hyperplasia endometrium karena stimulasi esterogen yang berlebihan dan terus menerus. Penjelasan ini masih dapat diterima untuk sebagian besar kasus-kasus perdarahan disfungsional.
Akan tetapi penelitian menunjukkan pula bahwa perdarahan disfungsional dapat ditemukan bersamaan dengan berbagai jenis endometrium, yakni endometrium atrofik, dll. Pembagian endometrium dalam endometrium jenis nonsekersi dan jenis sekresi penting artinya, karena dengan demikian dapat dibedakan perdarahan yang anovulatoar dari yang ovulatoar.

Gambaran klinik
Perdarahan ovulatoar
Perdarahan ini merupakan kurang lebih 10% dari perdarahan disfungsional, dengansiklus pendek (polimenorea) atau panjang (oligomenorea).

Perdarahan anovulator
Stimulasi dengan estrogen menyebabkan tumbuhnya endometrium. Dengan menurunnya kadar estrogen dibawah tingkat tertentu, timbul perdarahan yang bersifat siklis, kadang-kadang tidak teratur sama sekali.

Diagnosis
Pada pemeriksaan umum perlu diperhatikan tanda-tanda yang menunjukkan kearah kemungkinan penyakit metabolik, penyakit endokrin, penyakit menahun dan lain-lain. Pada pemeriksaan pemeriksaan genekologok perlu dilihat apakah tidak ada kelainan-kelainan organik, yang menyababkan perdarahan abnormal (polip, ulkus, tumor, kahamilan terganggu).

Penanganan
Dapat diberikan :
 Estrogen dalam dosis tinggi, supaya kadar dalam darah meningkat dan perdarahan berhenti. Dapat diberika secara IM dispropionas estradiol 2,5 mg, atau benzoas estradiol 1,5 mg, atau valeras estradiol 20 mg.
 Progesteron
Pertimbangan disini ialah bahwa sebagian besar perdarahan fungsional bersifat anovulatoar, sehingga pemberian progesteron mengimbangi pengaruh estrogen terhadap endometrium. Dapat diberikan kaproas hidroksi-progesteron 125 mg, secara IM, atau dapat diberikan per os 10 mg, yang dapat diulangi.


TERAPI HORMONAL
Baik estrogen maupun progesteron adalah hormon wanita. Estrogen merupakan hormon steroid kelamin karena memiliki struktur kimia berintikan steroid dan secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh kelenjar endokrin sistem reproduksi.

Berdasarkan struktur kimia, estrogen yang digunakan dalam terapi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

1. Zat steroida: Estradiol, Estron dan Estriol, derivat sintetisnya Etiestradiol, Mestranol dan Epimestrol.
2. Zat non-steroida: Dietilstilbestrol, Dienestrol dan Fosfestrol.

Beberapa indikasi dari estrogen, antara lain:

1. Kontrasepsi. Estrogen sintetik paling banyak digunakan untuk kontrasepsi oral dalam kombinasi dengan progestin.
2. Menopause. Pada usia sekitar 45 tahun umumnya fungsi ovarium menurun. Terapi pengganti estrogen dapat mengatasi keluhan akibat gangguan vasomotor, antara lain hot flushes, vaginitis atropikans dan mencegah osteoporosis.
3. Vaginitis Senilis atau Atropikans. Radang pada vagina ini sering berhubungan dengan adanya infeksi kronik pada jaringan yang mengalami atrofi. Dalam hal ini, estrogen lebih berperan untuk mencegah daripada mengobati.
4. Osteoporosis. Keadaan ini terjadi karena bertambahnya resorpsi tulang disertai berkurangnya pembentukan tulang. Pemberian estrogen dapat mencegah osteoporosis berkelanjuitan atau dapat pula diberikan estriol.
5. Karsinoma Prostat. Karena estrogen menghambat sekresi androgen secara tidak langsung maka hormon ini digunakan sebagai terapi paliatif karsinoma prostat.


Gambar efek estrogen pada wanita

Progesteron adalah hormon wanita lain dalam tubuh dengan efek progestogenik. Progesterone bertanggung jawab pada perubahan endometrium pada paruh kedua siklus mestruasi. Progesterone menyiapkan lapisan uterus (endometrium) untuk penempatan telur yang telah dibuahi dan perkembangannya, da mempertahankan uterus selama kehamilan.

Terdapat beberapa senyawa sintetik yang berefek progestogenik dan beberapa diantaranya juga berefek androgenik atau estrogenik yang disebut golongan progestin.

Secara kimia, progesteron dibagi menjadi 2 kelompok:

1. Derivat progesteron: hidroksiprogesteron, medroksiprogesteron, megestrol, dan didrogesteron.

2. Derivat testosteron: noretisteron, tibolon, norgestrel, linestrenol, desogestrel, gestoden dan alilestrenol.
Semua zat ini memiliki efek androgen kecuali Alilestrenol. Linestrenol, Noretisteron dan Tibolon berefek estrogen. Norgestrel, Desogestrel dan Gestoden memiliki efek antiestrogen yang kuat, begitu juga dengan Noretisteron, Linestrenol, Megestrol dan Medroksiprogesteron tetapi lebih lemah.

Progesteron memiliki khasiat sebagai berikut:

1. Kontrasepsi. Beberapa derivat progestin sering dikombinasikan dengan derivat estrogen untuk kontrasepsi oral.

2. Disfungsi perdarahan rahim. Perdarahan rahim akibat gangguan keseimbangan estrogen dan progesteron tanpa ada kelainan organik antara lain perdarahan rahim fungsional. Untuk menghentikan perdarahan yang berlebihan dan pengaturan siklus hadi dapat diberikan progestin oral dosis besar.

3. Nyeri haid. Pemberian kombinasi estrogen dengan progestin diindikasikan untuk nyeri haid yang tidak dapat diatasi dengan estrogen saja.

4. Endometriosis. Penyebab nyeri hebat pada endometriosis belum jelas diketahui tapi dapat diberikan noretindron.

Walaupun hormon merupakan zat yang disintesis oleh badan dalam keadaan normal, tidak berarti hormon bebas dari efek toksis/racun.
Pemberian hormon eksogen/ dari luar yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal dengan segala akibatnya.

Terapi dengan hormon yang tepat hanya mungkin dilakukan bila dipahami segala kemungkinan kaitan aksi hormon dalam tubuh penderita.

Sumber : Farmakologi dan Terapi edisi 4 (Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)

Untuk pemilihan preparat hormon estrogen & progesteron yang tepat sesuai kebutuhan dan keluhan anda ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Di apotik online medicastore anda dapat mencari hormon yang telah diresepkan dokter secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli preparat hormon estrogen & progesteron sesuai kebutuhan anda.
I'm a CooL Nurse